SAHABAT

Sahabat… Suatu saat, sahabat adalah perisai. Pada sahabat kita bisa bercerita, dengan kebahagiaan dan kesedihan, dengan tawa dan air mata. Gelak tawa bisa kita lepaskan pada sahabat. Air mata juga bisa kita tumpahkan, atas kegundahan yang menyelinap di dada kita.

Pada sahabat kita bisa bertanya, “bagaimana saya?”, atau , “seperti apakah saya?”. Sahabat adalah orang yang paling pandai dan paling jujur menanggapi profil diri kita. Sahabat juga dapat menjadi kaca diri kita untuk terus menata diri. Seorang sahabat bisa menyembuhkan luka hati. menarikmu dari nada-nada sedih yang melingkupi. Menerangi langitmu yang kelabu. Menjernihkan dusta-dusta yang menipu. Seorang sahabat selalu siap dengan tangan terbuka,untuk menghiburmu dan melindungimu dari marabahaya. Untuk membantumu menyimpan segala rahasiamu. Untuk menemanimu saat kau ingin bersenang-senang. Seorang sahabat selalu ada disampingmu, dalam suka dan duka. Dalam saat bahagia atau penuh ketakutan. Selalu menyenangkanmu dan selalu ceria. Dan ikatan antara sahabat akan selalu abadi.

Sahabat Adalah…… Seseorang yang menyukaimu, Seseorang dengan siapa kau dapat menjadi diri sendiri, Seseorang yang menghargai kebaikan-kebaikanmu, tidak berkeberatan dengan kekuranganmu, dan melihat kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Dengan seorang Sahabat, kau dapat berbagi tawa…. berbagi rahasia…. bertukar pandangan…. berbagi kesuksesan maupun kekecewaan…. dan macam-macam persoalan…. besar maupun kecil. Seorang Sahabat adalah…. Seseorang yang dapat memahami perasaanmu tanpa kau ucapkan, Seseorang yang dekat denganmu dan selalu memaafkanmu, Seseorang yang selalu membesarkan hati, dan tak pernah membuatmu merasa kecil.

Sahabat adalah Seseorang yang membuatmu merasa bahwa dunia ini indah. Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya… Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya… Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya akan menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)

2. Ketidakterbukaan

3. Kehilangan kepercayaan

4. Perubahan perasaan antar lawan jenis

5. Ketidaksetiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya. Renungkan : **Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri “Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”** Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

Jawabnya adalah SAHABAT…

Jadi, lebih baik mementingkan sahabat dulu daripada kekasih!

Facebook: Tanpa Nama

Page facebook:   Landasan Persahabatan Indonesia Bagaikan Kucing Sehat